Menjaga Sila Untuk Menjaga Kehidupan

oleh Victorio Max 2 tahun yang lalu
cover Menjaga Sila Untuk Menjaga Kehidupan Vidyāsenā Vihāra Vidyāloka

Pada saat ini kita sedang memasuki era perkembangan zaman, yang dikenal juga dengan masa perkembangan teknologi secara besar-besar, dimana mulai muncul alat-alat yang bergerak secara otomatis dibawah kendali manusia. Rasanya semuanya terasa lebih canggih dan memudahkan pekerjaan, namun sebenarnya dibalik semakin berkembangnya zaman ini justru menimbulkan banyak sekali masalah-masalah baru. Pola pikir manusia seolah-olah berubah seratus delan puluh derajat, mulai timbul ego, kesombongan dan keserakahan.

Melalui perkembangan zaman ini juga manusia-manusia mulai lupa dengan jati dirinya untuk selalu menjaga pikiran mereka dari hal-hal buruk yang akan terjadi. Banyak yang tanpa sadar telah melakukan hal-hal buruk yang bahkah sebenarnya itu dapat mencelakai diri mereka sendiri. Semua dilakuakn tan adanya kesadaran, hal ini tak terlepas dari pekembangan teknologi tadi yang menimbulkan pemikiran bahwa segala sesuati bisa dilakukan secara instan tanpa memikirkan dampak kedepannya.

Akan sangat mengerikan sekali apabila secara terus-menurus mengikuti perkembangan zaman tanpa menjaga pikiran, semua akan hacur adanya dan dunia tidak menjadi makmur. Oleh sebab itu dalam ajarab Buddha kita dianjurkan untuk menjaga perilaku melalui pengendalian pikiran yang disebut metta bhavana atau meditasi, selain itu juga kita diharuskan untuk menjaga sila yang pada umumnya berisi 5 sila atau 5 kemoralan. Banyak yang menyepelakan sila karena adanya pemikiran bahwa tidak ada ganjaran atas pelanggarannya, padahal sila menjagai kita dari kekotoran batin.

5 Sila paling dasar yang perlu untuk dijalankan adalah

  1. Pāṇātipātā veramaṇī sikkhāpadaṁ samādiyāmi ( Aku bertekad melatih diri menghindari pembunuhan makhluk hidup).
    Dengan malatih diri untuk menghindari pembunuhan makhluh hidup, secara tidak langsung kita telah menghindar dari karma buruk yang akan terjadi pada kita, karena sejatinya semua makhluk berharap untuk memperoleh kebagiaan, maka dari itu kita perju menjalankan sila pertama untuk menebar cinta kasih kita pada semua makhluk. Tidak ada yang mengetahui makluk itu merupakan renarnasi dari mana, sehingga kita perlu menjaga semua makhluk karena mungkin suatu saat pun kita akan menjadi makhluk lain.

  2. Adinnādānā veramaṇī sikkhāpadaṁ samādiyāmi. ( Aku bertekat melatih diri menghindari mengambil barang yang tidak diberikan ).
    Dalam ajaran agama Buddha kita ditekankan untuk tidak mengambil barang yang tidak diberikan karena perbuatan tersebut merupakan salah satu dari bentuk keserakahan. Dalam sila kedua ini bukan hanya mencuri yang dimaksud, melainkan segala barang yang bukan menjadi milik kita bahkan yang tidak diketahui pemiliknya tidak boleh diambil untuk dijadikan kepemilikan.

  1. Kāmesu micchācārā veramaṇī sikkhāpadaṁ samādiyāmi. ( Aku bertekad melatih diri menghindari perbuatan asusila ).
    Perbuatan asusila hanya perbuatan yang dilakukan untuk memuskan nafsu sementara, apabila pikiran ini tidak dijaga makan perbuatan asusila akan menjadi kemelakatan yang menyebabkan noda batin. Tidak hanya berbentuk perbuatan atau tindakan, pikiran yang liar saja sudah termasuk dakam perbuatan asusila, maka dari itu kita perlu menjaga pikiran dengan menjalankan sila ketiga ini.

  1. Musāvāda veramaṇī sikkhāpadaṁ samādiyāmi. (Aku bertekad melatih diri menghindari berucap bohong)
    Berbohong merupakan perbuatan yang dapat menyebabkan sebuah masalah, apabila perbuatan ini terus menerus dilakukan maka akan mencelakai diri sendiri yang dimana orang-orang tidak lagi mempercayai, oleh karena itu tidak berucap bohong merupakan upaya untuk menjaga keharhonisan.

  1. Surā-meraya-majja-pamādaṭṭhānā veramaṇī sikkhāpadaṁ samādiyāmi.(Aku bertekd melatih diri menghindari segala menghindari minuman memabukkan hasil penyulingan atau peragian yang menyebabkan lemahnya kesadaran).
    Sering sekali orang salah memanhami tentang minuman memabukkan, banyak yang mengira bahwa mabuk dapat menenangkan pikiran, padalah menenagkan pikiran berbeda dengan meghilangkan kesadaran. Apabila seseorang telah kehilangan kesadaran karena mabuk, maka perbuatan yang mereka lakukan juga tidak dapat dikendalikan oleh diri sendiri lagi, hal ini sepatutnya dihindari.

Mereka yang menjaga silanya dengan baik akan memperoleh kehidupan yang lebih baik, dengan menjaga sila dapat menjaga kehidupan semua makhluk untuk mencapai kesejahteraan. Apabila sila tidak dijalankan, maka hidup ini akan sulit untuk diarahkan serta dikendalikan, sebab hawa nafsu apabila dituruti maka ia akan terus menutut lebih dan tiada batas. Pikiran perlu dijaga, teguh dalam sila, menjalankan hidup suci untuk menjaga kehidupan.

Sīladassanasampannaṁ, dhammaṭṭhaṁ saccavedinaṁ; attano kamma kubbānaṁ, taṁ jano kurute piyaṁ. (Barang siapa sempurna dalam sila dan mempunyai pandangan terang, teguh dalam dhamma, selalu berbicara benar dan memenuhi segala kewajibannya, maka semua orang akan mencintainya)" (Dhammapada, XVI: 217)

 

Artikel Terbaru