Aturan Moral Buddhis Dalam Dunia Modern

oleh Lily de Silva 3 tahun yang lalu
gambar mencintai binatang - vidyasena

Lima aturan moral (pancasila) merupakan aturan moral dasar dalam agama buddha, dijalankan oleh umat Buddha awam dalam kehidupan sehari-hari bersama dengan Tiga Perlindungan dan dianggap sebagai pondasi yang sangat diperlukan dalam menjalani kehidupan sesuai Dhamma. Lima aturan moral tersebut terdiri atas lima latihan untuk menahan diri: (1) dari pembunuhan, (2) dari pencurian, (3) dari tindak seksual yang menyimpang, (4) dari berkata salah, (5) dari minuman keras.

Lima aturan moral ini dibuat untuk mendisiplinkan dan membersihkan tiga jalan tindakan manusia – yaitu badan jasmani, ucapan dan pikiran. Menghindar dari pembunuhan, pencurian dan perbuatan seksual yang menyimpang bertujuan untuk mendisplinkan perbuatan yang dilakukan oleh badan jasmani. Menghindari ucapan yang salah bertujuan untuk mendisiplinkan perbuatan melalui ucapan. Hal yang juga diharapkan dalam sila keempat adalah bahwa seseorang seharusnya menahan diri dari memfitnah, berkata kasar dan omong kosong. Kedua disiplin dari badan jasmani dan ucapan ini mempunyai efek baik terhadap kesucian pikiran, walaupun kesucian pikiran secara efektif hanya dapat dilakukan melalui bhavana, budaya mental dan meditasi. Sila kelima yakni berpantangan dalam konsumsi minuman keras bertujuan untuk menjaga kemampuan mental seseorang dari kemerosotan moral yang diakibatkan oleh kebiasaan buruk. Seseorang yang berada di bawah pengaruh minuman keras tidak mempunyai kontrol atas dirinya sendiri dan dengan begitu dia akan dengan mudah tergoda untuk melanggar keempat sila lainnya.

Biasanya, lima aturan moral ini dianggap sebagai bagian dan sepaket dari moralitas seseorang, sebuah batu loncatan yang dapat membantu menuju kebebasan. Akan tetapi, lima aturan moral ini juga memiliki relevansi yang tepat bagi masyarakat modern. Manusia yang hidup di dunia modern, hidup dalam sebuah keadaan kritis dari penyakit – sebuah penyakit yang berakar dari tidak dijalankannya moral. Lima aturan latihan yang merupakan kekuatan dari etika buddhis menawarkan obat untuk penyakit tersebut. Rangkaian terapi tersebut bersifat radikal karena langsung mengena pada akar permasalahan. Inilah yang saya harap dapat tunjukkan dengan mengulas masing-masing aturan tersebut.

Aturan moral menghindari pembunuhan

Sekarang ini dunia tergoda oleh berbagai macam jenis konflik seperti: etnik, ras, agama dan ideologi. Terorisme muncul untuk menguasai pemerintahan di banyak negara. Perang bukan hanya ancaman, namun sebuah fakta yang terus-menerus terjadi di seluruh belahan dunia. Penggunaan kekuatan nuklir dalam perang menjadi sebuah kegelisahan bagi dunia. Pembuatan senjata api adalah sebuah industri yang tumbuh subur. Apakah perang itu ada karena senjata api ataukah ada perang maka ada senjata api? Hal ini terlihat seperti lingkaran yang tak berujung dan patut dipertanyakan apakah konflikkonflik diarahkan dan dipelihara untuk menemukan pasar yang siap untuk memajukan industri persenjataan.

Sekarang ini kekuatan nuklir tersedia cukup untuk meledakkan planet bumi beberapa kali. Kemampuan mengerikan senjata kimiawi dan biologis yang tak terbayangkan telah didesain untuk membunuh orang tetapi dengan meninggalkan bangunan yang masih utuh. Namun perlu untuk diingat bahwa kekejaman dengan jelas membuat korban kehilangan rasa kemanusiaannya dan para pelaku kejahatan melakukannya dengan jalan yang lebih licik lagi. Muncul pertanyaan apakah kehidupan saat ini dianggap lebih bermakna atau kurang ketika manusia berada di puncak kejayaan teknologinya dibandingkan dengan periodeperiode sebelumnya dalam sejarah umat manusia.

Jika perang dunia meledak, tidak ada pemenang yang menikmati kemenangan, karena pihak pemenang, korban dan semua yang tidak terlibat, semua akan binasa. Beberapa malapetaka yang paling dekat kelihatannya muncul dari kekuatan nuklir dengan periode yang lama, karena itu negosiasi terbaru dilakukan untuk kontrol senjata. Tetapi sekarang adalah saat yang tepat untuk mempertanyakan seberapa berharganya seorang individu mempertahankan kehidupan yang lain.

Ketika kita memperhatikan lebih jauh mengenai situasi genting yang dihadapi manusia saat ini, kita mulai menghargai dan mengagumi pada nilai kebenaran dan arti dari aturan moral dalam menghindari pembunuhan. Hanya jika komunitas ilmiah dari dunia modern ini telah mengobservasi tentang aturan moral sederhana mengenai keluhuran dan kesucian dari kehidupan, mereka mungkin hanya akan fokus dalam menggunakan ilmu pengetahuan yang bermanfaat. Tetapi hal yang kontradiktif dan mungkin menggelikan adalah bahwa manusia modern cukup gila untuk menyombongkan diri mereka sendiri dalam pencapaian ilmiah yang tidak dapat diteladani padahal pada kenyataannya mereka telah membawa seluruh spesies manusia ke jurang malapetaka.

Kemiliteran bukan satu-satunya akibat dari kurangnya rasa simpatik terhadap kehidupan. Hal yang sama juga dirasakan dalam dunia pertanian. Penggunaan insektisida secara bebas, obat-obatan pembasmi hama dan pupuk buatan telah menyebabkan pencemaran tanah dan menyebabkan malapetaka dalam jangka panjang. Kandungan kimiawi alam dan bakteri penyeimbang tanah telah terkontaminasi. Sebagai hasilnya kesuburan dan produktivitas tanah telah berkurang dalam tingkat yang mengkhawatirkan. Sungai-sungai dan laut sudah terlalu tercemar oleh pembuangan limbah dan beberapa sungai sudah tidak mampu menopang kehidupan air. Kesemuanya ini telah merugikan kehidupan manusia, dan kecuali jika manusia membuka lembaran baru dengan sebuah perubahan sikap radikal, sikap berbahaya saat ini dapat menjadi suatu bencana. Kembali kepada nilai-nilai moral adalah tindakan yang sangat penting dalam bertahan.

Aktifitas memalukan dan tanpa perasaan lain yang terkadang kita dengar adalah kelaziman berternak bayi di negara-negara dunia ketiga, dimana diduga banyak bayi yang tak diinginkan dijual ke penampungan organ-organ manusia yang digunakan untuk menyediakan organ-organ dan juga jaringan-jaringan sel untuk tranplantasi. Seseorang merasa ngeri, mengatasinya dengan sikap acuh tak acuh terhadap perbuatan yang tanpa perasaan dan memalukan atas kehidupan yang lainnya.

Uang, status sosial dan kekuatan terlihat menjadi kriteria yang menentukan nilai dari kehidupan seseorang untuk membandingkan dengan yang lainnya. Dapatkah orang beradab yang berhati nurani, memanfaatkan kehidupan seseorang untuk menyelamatkan kehidupan yang lain? Hal ini menunjukkan sejauh mana moralitas manusia modern telah menurun. Disiplin moral adalah hal yang sangat dibutuhkan untuk memberikan kesan kepada mereka tentang martabat dan nilai kemanusiaan.

Aturan moral untuk menghindari pencurian

Berbagai macam pelanggaran dan penyelewengan saat ini sudah merata dengan tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Media massa penuh dengan berita yang menyedihkan tentang pencopetan, penyogokan, penyelundupan, perampokan terencana, pemerasan, pembajakan, dll. Masyarakat sekarang telah mendapat persepsi-persepsi keliru yang terkadang memberi sentimen tindakan kriminal sebagai sebuah perbuatan yang penuh keberanian. Terlepas dari kejahatan yang dilakukan secara terang-terangan, masyarakat modern melakukan kesalahan dalam bentuk penyelewengan-penyelewengan halus yang memberikan efek-efek merugikan yang lebih luas. Manusia sekarang menggunakan sumber daya alam yang tak dapat diperbaharui untuk kelangsungan hidupnya. Barang-barang berkualitas rendah diproduksi agar nilai gunanya tidak tahan lama karena sebuah pasar harus segera ditemukan untuk perputaran barang tersebut dengan cepat. Pencucian otak dengan iklan-iklan komersial yang meyakinkan kebaikan dari budaya konsumerisme, manusia modern sebenarnya menggunakan sumber daya alam pada tingkatan yang membahayakan generasi-generasi berikutnya yang belum dilahirkan. Bukankah ini merupakan sebuah perampasan hak generasi yang akan datang? Jika seorang ibu rumah tangga mempersiapkan makanan untuk 10 orang, tetapi makanan itu dihabiskan hanya oleh 4 orang, tanpa ragu-ragu kita akan mengatakan perilaku 4 orang tersebut egois dan tak bermoral. Tetapi ketika seorang manusia modern mengkonsumsi sumber daya alam yang tak dapat diperbaharui tanpa menghormati generasi yang akan datang, kita cukup bodoh jika mengatakan bahwa itu merupakan suatu perkembangan dan kemajuan.

Secara periodik, dunia saat ini menghancurkan ribuan ton makanan berlebih untuk mencegah penurunan harga pasar, ketika pada kenyataannya masih ada jutaan orang yang kekurangan nutrisi dan mati kelaparan. Padahal saat ini, ketika teknik pengawetan makanan dan fasilitas transportasi sudah sangat maju dan orang-orang dari berbagai belahan dunia diberi informasi dengan baik mengenai situasi di negara lain, adalah mengejutkan ketika melihat pembuangan barangbarang yang masih layak pakai tanpa alasan dan kurangnya rasa persahabatan dan empati.

Ketamakan manusia merupakan akar yang menyebabkan banyak kesengsaraan yang terjadi sekarang ini. Penebangan liar telah menyebabkan erosi tanah yang hebat di daerah pegunungan. Berkali-kali konsekuensi tindakan tersebut menyebabkan longsor yang mengakibatkan hancurnya seluruh desa dan hilangnya ratusan nyawa. Pengrusakan terhadap hutan hujan tropis yang ada di dunia juga telah mengubah sistem iklim dunia. Para ilmuwan sekarang mengingatkan bahaya naiknya suhu global dan mencairnya es di wilayah kutub. Jika hal itu terus terjadi, dalam kurun waktu seabad ke depan, area pesisir pantai yang berpenghuni padat akan tenggelam oleh air laut.

Semua bencana ini dan banyak bencana lain merupakan efek langsung dari keserakahan manusia modern yang telah mengambil porsi yang sangat besar. Langkah pertama untuk mengekang keserakahan yaitu dengan menjalankan sila kedua, aspek positifnya yaitu menjadi tidak pamer dan kemampuan untuk merasa puas dengan hidup sederhana dimana pemuasan kebutuhan lebih penting daripada keserakahan.

Aturan moral untuk menghindari tindakan seksual yang menyimpang

Meremehkan aturan moral seksual dari era pra-industri, manusia modern telah jatuh ke dalam kenikmatan duniawi tanpa batas sehingga dekade-dekade terakhir ini dapat dicirikan sebagai apa yang disebut dengan revolusi seksual. Penemuan alat kontrasepsi membebaskan manusia dari tanggung jawab atas datangnya gairah seks dan sensual yang telah diterima sebagai sebuah trend dalam masyarakat. Segala macam cara seksual dipraktekkan dengan terang-terangan tanpa rasa malu. Homoseksual, lesbian, seks sebelum dan extra-seks pernikahan telah menjadi fenomena masyarakat luas. Seks sedarah dan pemerkosaan juga telah muncul dengan frekuensi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pelecehan seksual terhadap anak-anak yang dilakukan oleh keluarganya sendiri sudah sangat biasa terjadi di Inggris sehingga sebuah jasa telepon yang disebut “Childline” dibuat khusus untuk melayani konseling tentang pelecehan seksual anak-anak. Dilaporkan bahwa organisasi sukarela ini menerima lebih dari 1000 telepon setiap hari.

Efek-efek dari kebebasan ini berangsur-angsur muncul. Angka perceraian telah menjadi ancaman bagi para pasangan yang tidak mampu mempertahankan hubungan yang kokoh, abadi dan dekat secara emosi. Anak-anak telah banyak menderita karena keluarganya yang berantakan dan banyak remaja yang ketagihan zat adiktif dan menjadi nakal. Kenakalan remaja sekarang menjadi masalah yang serius di dalam masyarakat. Institusi-institusi umum telah diorganisir untuk merawat anak-anak yang tidak diinginkan dan untuk merehabilitasi para pecandu zat-zat adiktif dan kenakalan remaja. Terkadang bayi-bayi dipukuli agar mati ketika keluarganya dalam keadaan krisis dan banyak anak yang telah diadopsi untuk menghadapi kejahatan keluarga. Aborsi telah menjadi sangat umum sehingga saat ini menjadi sebuah perdebatan moral dan persoalan sosiolegal medis.

Penyakit seksual telah meningkat dengan loncatan dan lompatan yang hampir mencapai tingkat tertinggi. Seluruh dunia tergoncang oleh kedatangan penyakit AIDS – Acquired Immune Deficiency Syndrome – yang menyeramkan. Untuk itu tenaga medis seluruh dunia sedang berjuang dan sejauh ini belum menemukan obat yang efektif. Rahasia umum yang menyebabkan kanker serviks pada wanita yaitu melakukan seks dengan beberapa orang.

Telah dipersulit dengan berbagai macam permasalahan sosial ekonomi lain dikarenakan industrialisasi dan urbanisasi, sekarang manusia juga harus menghadapi beban tambahan tentang permasalahan keluarga dan kesehatan. Hubungan antar manusia menjadi renggang dan rapuh dan banyak orang menemukan diri mereka sendiri menjadi terasing, kecewa dan sakit mental, tanpa arah dan tujuan. Seseorang yang terasing tidak akan punya teman sebagai pelipur lara dan karena dia telah terasing dari agama, psikiatri turun tangan untuk memberi beberapa pertolongan.

Harus diingat bahwa manusia muncul dari kebiadaban menuju peradaban melalui kehidupan keluarga. Cinta seorang ibu kepada anak-anaknya memainkan peran yang sangat penting disini dan keluarga merupakan sebuah lingkungan sosial yang sangat penting dalam memberikan kenyamanan dan keamanan yang sangat diperlukan bagi seorang anak yang baru dilahirkan. Manusia modern dengan segala ketamakan sensualnya telah mengorbankan kesucian dari adat istiadat yang penting ini dan menemukan dirinya sendiri tenggelam dalam hal-hal yang sangat menyenangkan yang sangat ingin dinikmatinya, mengingatkan pada sebuah perumpamaan tradisional tentang semut yang jatuh ke dalam pot berisi madu. Adalah untuk menjaga manusia dalam melawan bencana besar ini, sehingga aturan moral ketiga ini dibuat sebagai bagian yang tak dapat dipisahkan dari aturan wajib bagi para umat awam.

Aturan moral untuk menghindari ucapan yang salah

Ketika pengejaran keegoisan untuk keuntungan dan kesenangan pribadi secara umum telah menentukan perbuatan manusia, seseorang akan susah berharap bahwa kejujuran akan menang di dalam masyarakat. Sekarang muncul ketidaksesuaian antara ucapan-ucapan dan perbuatan-perbuatan walaupun itu ada dalam tingakatan-tingkatan tertinggi dalam otoritas nasional. Pemerintah membangun hubungan-hubungan diplomatik sebagai sebuah langkah untuk menjalin persahabatan dan niat baik, tetapi dari waktu ke waktu, kita juga mendengar mereka saling menuduh atas mata-mata mereka untuk mengintai urusan internal satu sama lain. Hal ini menunjukkkan bahwa ada dua standar dan dua kepentingan, meskipun bermuka sahabat, hasilnya adalah sikap saling percaya dan juga kecurigaan yang sudah mencapai taraf internasional.

Kita juga mendengar contoh-contoh dari posko-posko teroris yang didirikan di suatu negara untuk melatih orang-orang dalam perang gerilya untuk menggoyahkan pemerintahan dari negara sahabat. Menunjukkan muka yang bersahabat, beberapa pemimpin bekerja dengan motif jahat yang munafik untuk menstabilkan posisi politik mereka sendiri dengan mengorbankan yang lainnya.

Baru-baru ini surat kabar juga memberitakan sebuah kapal bermuatan bahan beracun berangkat dari sebuah negara yang tidak diumumkan namanya dengan tujuan yang tidak jelas. Akhirnya muatan itu diberitakan dibongkar di sebuah perkebunan dekat pantai di Nigeria, pembelian izin dari petani miskin tanpa sepengetahuan pemerintah Nigeria.

Dari waktu ke waktu kita juga mendengar laporan kebiasaan memalukan yang dilakukan oleh sebagian pemimpin negara. Dalam beberapa hal, kejujuran dan integritas mereka dipertanyakan. Tekanan masyarakat mewajibkan mereka mundur dari kantor pemerintahan. Beberapa orang kalah dalam pemilihan karena tindakan yang keliru. Ketika mereka yang berada dalam tingkatan sosial dan politik tertinggi telah berlaku tidak jujur, seseorang tidak bisa mengharapkan standar moral diterapkan dalam masyarakat luas.

Menurut ajaran Buddha, para pemimpin harus menjadi teladan dengan menjaga moralitas mereka dengan baik di lingkungan sosial maupun kehidupan pribadi mereka. Orang seperti ini merupakan orang yang mempunyai integritas dan moral yang tinggi yang dapat memperoleh penghormatan dan kesetiaan dari banyak orang. Ketika para pemimpin itu jahat dan tidak bermoral, nilai-nilai sosial memburuk dan masyarakat secara perlahan-lahan tenggelam dalam keanarkisan dan kekacauan (sabbam rattham dukkham seti raja ce hoti adhammiko, A.ii, 74-76).

Karena manusia adalah makhluk sosial, kesalingtergantungan merupakan sebuah strategi untuk kelangsungan hidupnya. Ketidakjujuran melemahkan dasar masyarakat dan seluruh struktur sosial hancur karena ketidakpercayaan. Kekuatan militer tidak dapat membawa persatuan dan keharmonisan masyarakat. Kekuatan moral-lah yang menanamkan persatuan dan kekuatan dalam kehidupan bermasyarakat.

Aturan moral untuk menghindari minuman keras

Industri minuman keras merupakan salah satu industri yang paling menguntungkan di dunia saat ini dan pasar dipenuhi dengan berbagai macam merk alkohol. Di Sri Lanka tempat penyimpanan ditambah jumlahnya dengan pendapatan yang diperoleh dari penjualan minuman keras, dan pengkonsumsian dari alkohol luar negeri yang mahal dihormati sebagai sesuatu yang mewah dari lingkungan berkelas. Nilai-nilai sosial menjadi sangat rusak, yang tidak minum akan diasingkan dari lingkungan. Hanya manusia yang bermoral dan mempunyai karakter yang kuat yang bisa menolak tawaran minum saat berada di pesta walaupun menjadi malu karena dianggap sebagai seorang pembangkang atau seorang pengecut. Hal ini juga mengingatkan pada suatu fakta bahwa banyak orang menjadi alkoholik pada awalnya hanya karena ditawari untuk minum dalam suatu penerimaan masyarakat.

Penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan sekarang menjadi masalah sosial yang sedang menggebu. Mereka merusak kesehatan fisik dan mental karena membuat ketagihan. Seseorang tidak harus menjadi pemabuk untuk menderita suatu penyakit. Berdasarkan sebuah jurnal kesehatan di Inggris, pemabuk harian berpotensi dua belas kali menderita kanker usus besar daripada seseorang yang bukan pemabuk. Dilaporkan juga bahwa seorang wanita hamil, yang walaupun hanya minum sedikit, akan membahayakan janinnya. Bayibayi berukuran tidak normal kecilnya atau mempunyai kepala kecil, atau mata yang juling. Ini merupakan efek gabungan yang biasa disebut dengan fetal-alcoholism syndrome, yang dalam kasus ekstrim dapat menyebabkan penyimpangan bentuk dan keterbelakangan otak. Alkohol juga menyebabkan kerusakan sel-sel otak yang tak dapat diperbaiki pada orang dewasa jika dalam jumlah yang kecil, ketika dalam jumlah yang besar dapat menyebabkan kerusakan organ vital dalam tubuh. Penyalahgunaan obat bahkan lebih berbahaya.

Menyadari sepenuhnya tentang bahaya candu (minuman keras dan obat-obatan), ajaran Buddha telah memasukkan penghindaran dari mereka sebagai salah satu aturan moral dasar. Bahaya-bahaya dari minuman keras disebutkan dalam sejumlah sutta yang disampaikan oleh sang Buddha. Yang paling terkenal adalah Sigalovada Sutta (D.iii,82) kegemaran minum minuman keras menyebabkan hancurnya ekonomi. Kisah Mahadhasetthi (DhA.iii,129), yang menghamburhamburkan sangat banyak kekayaan dengan mabuk bersama dengan teman-teman jahatnya dan menjadi pengemis di usia tuanya, merupakan sebuah contoh klasik dalam naskah Pali tentang orang kaya yang hancur karena alkohol.

Minum minuman keras dapat menyebabkan perselisihan, pertengkaran dan kekerasan rumah tangga. Kekacauan kehidupan keluarga juga sering disebabkan oleh kecanduan minuman keras dan obat-obatan terlarang dan hal ini membawa rentetan masalah sosial lain yang masih berhubungan. Dalam sutta-sutta disebutkan bahwa penyakit dan reputasi yang buruk juga disebabkan oleh kebiasaan mengkonsumsi minuman keras, yang juga menghambat dan memperlemah kebijaksanaan. Keadaan seperti ini diringkas oleh penulis modern yang mengatakan bahwa kesadaran manusia dapat larut dalam alkohol.

Kebanyakan tindak kriminal di dalam masyarakat modern, seperti kecelakaan lalu lintas, berakar dari mabuk-mabukan dan kecanduan obat-obatan. Meskipun efek-efek dari alkohol yang menghancurkan masyarakat sekarang ini sangat jelas, iklaniklan media masa yang menarik perhatian, menggambarkan minuman keras sebagai sesuatu yang harus dipenuhi untuk mencapai gaya hidup orang makmur, untuk menyaingi apa yang menjadi mimpi kebanyakan orang. Orang seharusnya dididik dan diyakinkan bahwa bukan hanya mengenai penyakitpenyakit yang timbul sebagai akibat dari minum minuman keras tetapi juga nilai akan kekuatan kehendak dan kekuatan karakter untuk melawan godaan yang ada di dalam masyarakat. Hanya orang yang berkarakter lemah yang akan terjerat dalam perangkap ini.

Tiap individu seharusnya juga diajari untuk melatih sikap simpati terhadap tubuh dan pikirannya sendiri. Mereka merupakan media dari tindakan dan adalah tanggung jawabnya sendiri untuk menjaga agar (tubuh dan pikiran) mereka tetap sehat dan efisien. Di dalam meditasi metta bhavana dalam agama Buddha, seseorang pertama-tama diajari bagaimana untuk mengembangkan suatu sikap yang penuh cinta terhadap dirinya sendiri. “Semoga saya baik-baik dan berbahagia” dilafalkan berulang kali setiap harinya di dalam pikiran di awal meditasi untuk memberikan kesan cinta kasih dalam pikiran terhadap dirinya sendiri. Ketika sikap baik melekat kuat dalam pikiran, meditator secara bertahap akan menahan diri dari kebiasaankebiasaan yang berbahaya terhadap tubuh dan pikirannya sendiri. Hal ini merupakan kewajiban tertinggi yang berkaitan dengan orang yang menyadari bahwa masyarakat sekarang berada dalam kondisi yang genting, untuk mengerahkan semua sumber yang membawa perubahan dalam sikap manusia untuk menolongnya dari bahaya-bahaya yang dibuatnya sendiri.

Dimensi Moral

Ilmuwan sekarang telah memanfaatkan banyak rahasia alam dan telah mempelajari cara untuk mengontrol kekuatan alam. Tetapi dia belum belajar untuk manguasai kekuatan sosial dan psikologis yang sangat mempengaruhinya, dan hubungannya dengan orang-orang sekitar dan lingkungan. Walaupun manusia di zaman nuklir ini mungkin merupakan tokoh intelektual besar yang telah memperoleh kemajuan teknologi yang gemilang, secara emosional dia hanya kurcaci yang dengan gagah berani telah melangkah 2 kali lebih jauh daripada orang-orang di zaman batu. Seorang penulis membandingkan manusia modern dengan seseorang yang satu kakinya diikat ke sebuah pesawat jet dan yang satunya lagi diikat di gerobak sapi. Jadi perkembangan manusia itu jelas-jelas berat sebelah. Dan psikologis yang tidak seimbang ini terlihat menjadi tanggung jawab yang besar atas keadaan kritis yang kita hadapi. Apa yang diperlukan adalah perkembangan kepribadian secara keseluruhan dan untuk itu pengembangan dimensi moralitas menjadi suatu keharusan.

Kita mempunyai aturan-aturan lalu lintas untuk memfasilitasi arus lalu lintas yang lancar. Walaupun mereka terlihat ditempatkan untuk membatasi kebebasan tiap individu, pada kenyataannya mereka memberi kebebasan bergerak yang sama terhadap satu dengan yang lainnya. Hukum-hukum moral sama seperti aturan-aturan lalu lintas. Mereka menentukan pengendalian-pengendalian yang sudah pasti yang bertujuan ganda untuk memberikan kepuasan maksimum untuk kepuasan mereka sendiri. Hukum-hukum moral menyelaraskan aspek-aspek yang berbeda atas pengalaman manusia sehingga tidak ada konflik dalam diri individu itu sendiri maupun antar individu.

Konflik, terorisme, dan peperangan harus dipahami sebagai perwujudan eksternal dari ketidakharmonisan dalam diri manusia. Manusia berpikiran jahat, oleh karena itu ada kejahatan di dalam masyarakat. Pikiran buruk membawa pada penderitaan. Ini adalah kebenaran abadi. Jika kebahagiaan adalah yang kita rindukan, kita seharusnya mempunyai pikiran yang baik dan bertindak dengan pikiran-pikiran yang baik, kemudian kebahagiaan akan mengikuti dengan sendirinya seperti sebuah bayangan. Untuk melatih pikiran agar berpikir baik dan bersikap baik, fisik dan aktivitas verbal kita harus didisiplinkan dan inilah yang dilakukan oleh lima aturan moralitas buddhis. Mereka mengontrol potensi-potensi yang bersifat merusak dan memanusiakan predator ganas yang ada di dalam diri kita.

Penerjemah: Tejadevi Triasih

Sumber: Dhammadana Para Dhammaduta 3

Artikel Terbaru